Duhai, apakah kau akan memilih mati ketika cinta-sejatimu tidak terwujudkan? Ataukah hanya bisa memeluk lutut, menangis tersedu, bersembunyi di balik pintu seperti anak kecil tidak kebagian sebutir permen?
Adalah Jim, pemuda yatim-piatu, berhati lurus dan sederhana dipilih oleh Sang Penadai (penjaga dongeng-dongeng), untuk mengukir kisah melupakan sang pujaan hati, Nayla. Adalah Jim, pemuda yang jangankan memegang pedang, membaca pun dia tidak bisa, terpilih untuk menggurat cerita tentang berdamai dengan masa-lalu. Dia harus menyelesaikan pahit-getir perjalanannya–apapun harganya! Karena kita sungguh membutuhkan dongeng ini.

“Apakah kau juga akan mati untukku?” Nayla bertanya lirih.
Jim mengangguk, anggukan yang terlalu berani.Pembaca harus siap-siap memasuki dunia fantasi yang dikuasai oleh panorama samudera, gerakannya kolosal, tidak merujuk pada pilar sejarah dan geografi yang eksak, dengan plot tak terduga. Ribuan capung. Sang Penandai yang tak kenal masa. Nayla dan cintanya–semua kita terima sebagai pelangi fantasi Tere-Liye. (TAUFIQ ISMAIL, Penyair)

Saya seumur-umur belum pernah membaca novel sampai habis. Novel yang menakjubkan! Sungguh novel ini sangat menyenangkan hingga ke akhir cerita, jauh dari membosankan, dan tidak cengeng. (FAISAL BASRI, Pengamat Ekonomi-Politik)

buku karangan Tere Liye terbit… buku ini benar – benar menakjubkan…jadi jangan pernah melewatkan untuk membacanya!! Don’t miss it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s